Jumat, 20 September 2013

Resensi Novel "Rubrik Kata Katya"


Judul : Rubrik Kata Katya
Penerbit : Elf Books
Penulis: Primadonna Angela
Tebal: 194 Halaman
Terbit: Akhir Maret 2013
No. ISBN: 978-602-19335-7-2
Harga: Rp 38.500

Katya kesal! Masa di umur enam belas, ia masih dilarang pergi sendirian? Apalagi kalau keluarganya menitahkan Diko, tetangga sekaligus teman masa kecilnya, untuk menemani Katya.

Lelah karena selalu dianggap bayi oleh keluarganya, Katya langsung menyambut dengan penuh antusias tawaran dari Nando untuk mengasuh rubrik konsultasi di sebuah majalah remaja. Inilah kesempatan Katya untuk membuktikan pada keluarganya bahwa ia bisa mandiri!

Melalui Rubrik Kata Katya, Katya memberi solusi untuk permasalahan para remaja. Namun, ketika sarannya kemudian berdampak fatal pada kasus tertentu, apa Katya sanggup mengemban tanggung jawab itu?

---

Setelah belasan novelnya yang telah sukses di pasaran, kali ini Primadonna Angela hadir kembali dengan salah satu buku terbarunya, Rubrik Kata Katya yang diterbitkan oleh Elf Books. Rubrik Kata Katya menceritakan tentang kemelut kehidupan Katya, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang merasa hidupnya terkekang. Orang tuanya memperlakukannya seperti bayi, kemana-mana kalau tidak dengan Diko, si tetangga sebelah yang kepo-nya minta ampun, ya dengan Teteh Tatyana, sang kakak yang dianggap paling dewasa di keluarganya, tentu saja itu membuat Katya iri dengan teman-temannya yang bisa pergi dengan bebas tanpa perlu dikawal oleh siapapun.

Sekelebat kehidupanya mulai berubah saat ia bertemu dan tanpa sadar menyukai Nando, seorang mahasiswa ganteng yang punya toko komputer sendiri, yang tanpa sengaja melihat Katya unjuk gigi seperti seorang psikolog di depan pelanggannya, dan itulah awal dari karir Katya sebagai pengisi rubrik majalah Soulful Sixteen, sekaligus kesempatan untuk membuat orang tuanya tak lagi menganggapnya sebagai bayi.

Berbagai macam hal dilakoni oleh Katya, mulai dari pemotretan dadakan yang seru, sampai fakta bahwa salah satu sarannya membuat Miss Confused koma di rumah sakit. Tentu saja segala hal itu membuat Katya down dan sadar bahwa menjadi dewasa tidaklah semudah itu. Kabur dari sekolah, berdiam diri di toko komputer Nando, sudah cukup membuat geger seisi keluarganya, termasuk Diko.

Siapa sangka kalau kejadian tak terduga ini malah mengungkapkan rahasia terbesar Teteh Tatyana yang sekaligus adalah alasan terbesar mengapa selama ini orang tua Katya memperlakukannya seperti bayi?

Meskipun cerita novel ini terdengar radak-radak klise dan genre-nya mainstream, tapi novel ini cocok banget buat para remaja yang sedang beranjak dewasa. Dibumbui dengan manis dan menggelitik. Novel ini juga mampu menceritakan setiap rengutan Katya melalui kata-kata yang dirangkai Primadonna Angela dengan sempurna. Isinya yang bermoral juga menjadi salah satu alasan buku ini patut dibaca.

Bagian terbaiknya adalah Primadonna Angela berhasil mengukus pesan moral tersebut dalam sebuah cerita remaja yang recommended banget dan jangan khawatir, berisi pesan moral bukan berarti isi ceritanya terkesan kuno, kok, sebaliknya, kata-kata dalam novel ini mudah banget dipahami dan dicerna bagi para remaja.

"Karena itulah salah satu harga dari kedewasaan. Berpura-pura bahagia, padahal ada bagian dalam dirimu yang mungkin tidak rela", Hal. 183

"Bahwa semuanya akan baik-baik saja, karena proses patah hati merupakan katalis pendewasaan yang sempurna", Hal. 188

Oleh : Fransiska Nikki