Review : Golden Bird Ultimate - Luna Torashyngu
Oleh : Fransiska Nikki
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 271 Halaman
Harga : Rp. 50.000
ISBN : 978 – 602 – 03 – 0272 – 0
---
Bagi para LUNAR—sebutan untuk fans Luna
Torashyngu—diberkatilah kalian, Beauty and Best Series karya Luna Torashyngu
kini kembali hadir dalam bentuk novel baru, yang berjudul Golden Bird Ultimate.
Setelah beberapa bulan lalu berhasil membuat novel Lovasket 4-nya masuk ke
dalam peringkat Best Seller di setiap toko buku Indonesia, kali ini Golden Bird
Ultimate siap menggantikan peran Lovasket 4.
Tokoh utama dalam cerita kali ini adalah Muri, berperan
sebagai hacker dengan nama samaran Golden Bird, Muri diminta untuk membantu National
Security Agency a.k.a NSA yang sedang mengalami keadaan genting dikarenakan
munculnya seorang hacker yang mencuri rudal-rudal nuklir dunia, yang apabila
disalahgunakan, malah akan memicu terjadinya perang dunia ketiga. Namun, Muri
tidak semudah itu mempercayai pernyatan NSA—dikarenakan cewek ini salah satu
hacker yang paling dicari di dunia, sehingga dia ‘diculik’ oleh beberapa agen
NSA demi memaksanya membantu melacak rudal-rudal tersebut. Tidak disangka,
dengan gaya yang super keren, Muri berhasil meyakinkan NSA bahwa ia tidak akan
mengkhianati mereka dan membantu mereka.
Setelah Muri berhasil menyelesaikan petunjuk pertama, ia
dihadapi dengan berbagai jenis pilihan kejam yang membuatnya lelah, pertumpahan
darah di depan matanya sendiri. Namun, bukan Muri namanya kalau hanya diserang
begitu saja dia langsung K.O. Dengan penuh percaya diri, ia tetap melanjutkan
misi-nya dan terfokus pada perannya sebagai Golden Bird demi menghentikan
terjadinya perang dunia ketiga, menyeberangi Hong Kong, dan selesai pada pegunungan Jepang, sampai akhirnya ia menyadari bahwa segala hal
yang memicu pencurian rudal ini sebenarnya cukup dalam sekaligus
kekanak-kanakan oleh kawan lamanya sendiri, yang menyebabkan dirinya harus berhadapan lagi dengan kasus
kakaknya yang selama ini menghantuinya, teman masa kecilnya yang ia cintai, dan
bahkan seorang hacker yang berniat membalas dendam padanya.
Yeah, as expected from Luna Torashyngu. Cerita yang kali ini
dia buat benar-benar diluar dugaan, menguras pikiran, dan tenaga, membawa kita
semua pada dunia hacker yang mungkin diluar pikiran kita. Buat kalian para
penyuka cerita teknologi, suspense dan thriller—meski cerita ini sebenarnya gak
terlalu thriller, namun novel ini oke banget—novel ini benar-benar 100%
recommended! Saat saya membacanya, saya selalu penasaran akan halaman
selanjutnya, yang menyebabkan saya terpaksa bangun saat dini hari dan tidur di
pagi harinya, tapi, ending dari novel ini memang benar-benar oke, meski saya
terpaksa terus bangun dini hari, saya sama sekali gak menyesal membacanya. Luna
Torashyngu benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam menulis di buku ini. Muri
si tokoh utama Golden Bird bukan hanya sekedar gadis manja di sekolahan, meski
tergolong cantik, dia membuktikan bahwa dia gak seperti cewek-cewek berotak
kosong kebanyakan. Dengan berperan sebagai hacker super jenius, Muri berhasil
mematahkan banyak pendapat orang yang hanya melihat dirinya dari penampilannya
semata.
Meski demikian, novel ini punya banyak karakter yang
kemunculannya agak-agak mendadak dan kurang penjelasannya, menjadikan saya
sendiri agak-agak bingung saat membaca dari bab pertama, serta banyaknya
kode-kode hacker yang membuat saya sendiri bingung, namun, minus semua itu,
novel ini jelas patut dibaca dan saya yakin, beberapa bab terakhir menuju ending, kalian
semua gak bakalan melepaskan novel itu sampai misterinya benar-benar tuntas.
Sekali lagi, novel ini benar-benar recommended! Saya paling
suka dengan adegan waktu Muri berhasil membujuk pemimpin NSA dengan gaya yang
bukan gaya anak manja, melainkan gaya seorang pengusaha yang sedang melakukan
transaksi dengan kliennya—padahal cewek ini cuma cewek SMA biasa—juga adegan
dimana Muri gagal mematikan dua rudal yang telah meledak di Hawaii dan Sidney, sementara
di beberapa detik kemudian, ia berhasil mengetahui password-nya. Cerita ini
benar-benar membawa imajinasi kita pada hal-hal yang jarang kita lihat di
novel-novel kebanyakan. Apabila anda tertarik dengan novel un-mainstream yang
super apik, penuh dengan ketegangan serta melibatkan banyak negara, Golden Bird
Ultimate-lah jawabannya.
"Jika ini adu domba, kukira pemerintah AS tidak sebodoh itu atau terburu-buru percaya lalu mengambil keputusan." --- Muri, halaman 220.
"Ada yang benar-benar mencuri rudal-rudal tersebut." --- Yoshiki, halaman 151.