Kamis, 29 Mei 2014

Resensi Novel - Golden Bird Ultimate

Review : Golden Bird Ultimate - Luna Torashyngu
Oleh : Fransiska Nikki 



Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 271 Halaman
Harga : Rp. 50.000
ISBN : 978 – 602 – 03 – 0272 – 0

---
 
Bagi para LUNAR—sebutan untuk fans Luna Torashyngu—diberkatilah kalian, Beauty and Best Series karya Luna Torashyngu kini kembali hadir dalam bentuk novel baru, yang berjudul Golden Bird Ultimate. Setelah beberapa bulan lalu berhasil membuat novel Lovasket 4-nya masuk ke dalam peringkat Best Seller di setiap toko buku Indonesia, kali ini Golden Bird Ultimate siap menggantikan peran Lovasket 4.

Tokoh utama dalam cerita kali ini adalah Muri, berperan sebagai hacker dengan nama samaran Golden Bird, Muri diminta untuk membantu National Security Agency a.k.a NSA yang sedang mengalami keadaan genting dikarenakan munculnya seorang hacker yang mencuri rudal-rudal nuklir dunia, yang apabila disalahgunakan, malah akan memicu terjadinya perang dunia ketiga. Namun, Muri tidak semudah itu mempercayai pernyatan NSA—dikarenakan cewek ini salah satu hacker yang paling dicari di dunia, sehingga dia ‘diculik’ oleh beberapa agen NSA demi memaksanya membantu melacak rudal-rudal tersebut. Tidak disangka, dengan gaya yang super keren, Muri berhasil meyakinkan NSA bahwa ia tidak akan mengkhianati mereka dan membantu mereka.

Setelah Muri berhasil menyelesaikan petunjuk pertama, ia dihadapi dengan berbagai jenis pilihan kejam yang membuatnya lelah, pertumpahan darah di depan matanya sendiri. Namun, bukan Muri namanya kalau hanya diserang begitu saja dia langsung K.O. Dengan penuh percaya diri, ia tetap melanjutkan misi-nya dan terfokus pada perannya sebagai Golden Bird demi menghentikan terjadinya perang dunia ketiga, menyeberangi Hong Kong, dan selesai pada pegunungan Jepang, sampai akhirnya ia menyadari bahwa segala hal yang memicu pencurian rudal ini sebenarnya cukup dalam sekaligus kekanak-kanakan oleh kawan lamanya sendiri, yang menyebabkan dirinya harus berhadapan lagi dengan kasus kakaknya yang selama ini menghantuinya, teman masa kecilnya yang ia cintai, dan bahkan seorang hacker yang berniat membalas dendam padanya.

Yeah, as expected from Luna Torashyngu. Cerita yang kali ini dia buat benar-benar diluar dugaan, menguras pikiran, dan tenaga, membawa kita semua pada dunia hacker yang mungkin diluar pikiran kita. Buat kalian para penyuka cerita teknologi, suspense dan thriller—meski cerita ini sebenarnya gak terlalu thriller, namun novel ini oke banget—novel ini benar-benar 100% recommended! Saat saya membacanya, saya selalu penasaran akan halaman selanjutnya, yang menyebabkan saya terpaksa bangun saat dini hari dan tidur di pagi harinya, tapi, ending dari novel ini memang benar-benar oke, meski saya terpaksa terus bangun dini hari, saya sama sekali gak menyesal membacanya. Luna Torashyngu benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam menulis di buku ini. Muri si tokoh utama Golden Bird bukan hanya sekedar gadis manja di sekolahan, meski tergolong cantik, dia membuktikan bahwa dia gak seperti cewek-cewek berotak kosong kebanyakan. Dengan berperan sebagai hacker super jenius, Muri berhasil mematahkan banyak pendapat orang yang hanya melihat dirinya dari penampilannya semata.

Meski demikian, novel ini punya banyak karakter yang kemunculannya agak-agak mendadak dan kurang penjelasannya, menjadikan saya sendiri agak-agak bingung saat membaca dari bab pertama, serta banyaknya kode-kode hacker yang membuat saya sendiri bingung, namun, minus semua itu, novel ini jelas patut dibaca dan saya yakin, beberapa bab terakhir menuju ending, kalian semua gak bakalan melepaskan novel itu sampai misterinya benar-benar tuntas.

Sekali lagi, novel ini benar-benar recommended! Saya paling suka dengan adegan waktu Muri berhasil membujuk pemimpin NSA dengan gaya yang bukan gaya anak manja, melainkan gaya seorang pengusaha yang sedang melakukan transaksi dengan kliennya—padahal cewek ini cuma cewek SMA biasa—juga adegan dimana Muri gagal mematikan dua rudal yang telah meledak di Hawaii dan Sidney, sementara di beberapa detik kemudian, ia berhasil mengetahui password-nya. Cerita ini benar-benar membawa imajinasi kita pada hal-hal yang jarang kita lihat di novel-novel kebanyakan. Apabila anda tertarik dengan novel un-mainstream yang super apik, penuh dengan ketegangan serta melibatkan banyak negara, Golden Bird Ultimate-lah jawabannya.

"Jika ini adu domba, kukira pemerintah AS tidak sebodoh itu atau terburu-buru percaya lalu mengambil keputusan." --- Muri, halaman 220.

"Ada yang benar-benar mencuri rudal-rudal tersebut." --- Yoshiki, halaman 151.