Jangan pernah berurusan
dengan Dj dan Jd, atau kau takkan pernah menjalani hidupmu dengan tenang lagi.
Dj dan Jd adalah dua
nama yang paling melegenda di sekolah selama 2 tahun terakhir. Mereka adalah
pasangan saudara kembar sempurna yang pernah ada, sama-sama pandai, tampan dan
kuat. Tidak seperti kebanyakan orang yang jika pandai menjadi kutu buku ataupun
lebih suka mengurung diri di dalam kelas pada saat jam istirahat, mereka malah
sering mencari mangsa di waktu jam-jam itu, seperti mencari korban untuk
dibullying atau disiksa.
Namun, tidak seperti
saudara kembar kebanyakan yang selalu bersama, mereka malah bermusuhan dan
saling bersaing dalam hal apapun. Hal itu sebenarnya cukup membuat seisi
sekolah lega, bayangkan saja jika dua orang kuat yang suka menyiksa orang lain
saling bersekutu, bisa-bisa makin banyak orang di sekolahan yang menerima
siksaan dari mereka berdua.
---
Suara teriakan keras
yang terdengar di lapangan sekolahan membuatku menengok ke arah lapangan
sekolahan yang berada tidak jauh dari tempatku berdiri dan melihat pemandangan
yang sudah biasa terjadi sehari-hari.
Dj sedang menendangi
seorang anak laki-laki kelas 10 yang masih culun dengan kasar. Laki-laki itu
hanya bisa tersungkur di lantai sambil sesekali berteriak kesakitan.
Itu sih sudah bukan hal
yang istimewa lagi bagi anak-anak yang melihat. Dj selalu mencari mangsa di
jam-jam segini, makanya, lebih baik jangan dekat-dekat dengannya, kalau kau
yang kena, berarti hari ini keberuntungan tidak berpihak padamu.
Tapi, yang berbeda kali
ini, Dj tidak hanya menendanginya, tapi menimpuknya dengan sebuah batu yang
entah ia dapat dari mana, sampai kepala anak lelaki itu berdarah.
Cih, benar-benar
rendah.
Banyak orang yang
melihat kejadian itu, namun, tak satupun yang berani melawan atau minimal
menghentikan kejadian itu, sementara si anak culun itu terus menatap orang-orang
yang lewat dengan tatapan minta tolong.
Tentu saja mereka tak
berani menolongnya. Yang bisa menghentikan Dj hanyalah kembarannya, Jd.
“Dasar rendah! Ngapain
lo pake batu buat nyiksa anak culun itu?!” teriak Jd ke arah Dj yang tengah
berada di sampingnya.
Dj menatap wajah Jd
dengan muka tak senang. “Suka-suka gue, lo gak ada hak buat ngatur-ngatur gue.
Apa lo mau jadi pahlawan?”
Uh-oh, nadanya tampak
sangat tak menyenangkan di dengar telinga.
“Cari lawan itu yang
seimbang dong! Dasar pengecut!” bentak Jd pada Dj dengan nada kasar.
Raut wajah Dj langsung
berubah, ia langsung mengepalkan tangannya dan meninju hidung Jd sampai
terdengar bunyi ‘krak’ pertanda bahwa hidung Jd itu sudah dipatahkan oleh Dj.
“Kalo gitu, ayo
tanding!” balas Dj sambil mencengkram kerah baju Jd dan bersiap memberikan
pukulan lagi pada Jd yang menahan rasa sakit di hidungnya yang berdarah.
Jd yang tengah
tersungkur di tanah langsung menendang perut Dj dan segera berdiri tegak tanpa
mempedulikan darah di hidungnya yang terus mengalir. Pertarungan seru antar
saudara kembar ini membuat semua orang yang kebetulan berada di sana
memperhatikan tontonan gratis itu. Kalau Dj dan Jd sudah berkelahi, tak mungkin
ada yang bisa menghentikan mereka berdua.
Kali ini kedudukan
keduanya seimbang. Mereka saling meninju satu sama lain dan melawan. Mungkin,
saking frustasinya mereka berdua terhadap kekuatan yang setara, mereka
mengambil batu besar seukuran genggaman tangan dan saling melemparkan batu itu ke
arah lawan masing-masing.
Dan hebatnya, batu itu
dengan tepat mengenai kepala dua saudara kembar itu masing-masing dengan keras
yang langsung tersungkur di lapangan sekolahan dan mengeluarkan darah yang
terus mengalir.
Tampaknya nama Dj dan
Jd tak bakalan mengganggu kehidupan murid-murid sekolah lagi setelah ini.
Cerpen ini diikutkan
lomba kuis #nulisyuk Primadonna Angela via twitter.