Omen #5 :
Kutukan Hantu Opera – Lexie Xu
Oleh : Fransiska Nikki
Penulis : Lexie Xu
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 376 Halaman
Harga : Rp. 75.000
ISBN : 978 – 602 – 03 – 0558 – 5
---
Rasanya belakangan ini judul buku Omen Series sudah tidak
asing lagi terdengar di telinga kita semua. Ya, beberapa bulan belakangan,
Lexie Xu terus-terus menghujani toko buku dengan novel Omen Series karyanya,
diantaranya adalah Omen, Tujuh Lukisan Horor, Misteri Organisasi Rahasia The
Judges, Malam Karnaval Berdarah, dan yang paling fresh serta terbaru, Kutukan
Hantu Opera.
Nah, untuk sekarang, saya memilih membahas Kutukan Hantu
Opera a.k.a Omen 5. Omen 5 jelas memiliki konflik intrik per karakter yang jauh
lebih banyak di alur ceritanya dibandingkan dengan novel-novel sebelumnya
dikarenakan tokohnya yang kelewat banyak. Yah, Lexie Xu memang sempat
menjelaskan bahwa Omen 5 akan jadi novel yang menguak seluruh misteri di
novel-novel Omen Series sebelumnya. Disini-lah, nyaris seluruh misteri dan
tragedi di novel sebelumnya terkuak—saya bilang nyaris, bukan berarti seluruh
jawaban dari pertanyaan para pembaca terjawab, ya—dan awal baru untuk novel
Omen Series yang selanjutnya.
Omen 5 diawali dengan pertengkaran kecil Putri Badai dengan
Damian Erlangga—salah satu karakter figuran dari Omen 4 yang pangkatnya naik
setelah Omen 5 terbit—cowok itu rupanya terang-terangan memberi tantangan
perang dari Kelompok Radikal Anti-Judges kepada Putri Badai yang notabene
merupakan Hakim Tertinggi The Judges. Namun, di balik semua fakta itu, Damian,
bukannya malah bertindak sebagai musuh, ia malah menggoda Putrid an selalu
ready untuk menolong cewek itu dari masa lalunya serta tidak menutupi perasaan
sukanya pada Putri Badai.
Namun, namanya juga Putri Badai, tentu saja tidak mungkin ia
mencurahkan seluruh perhatiannya pada sikap Damian Erlangga yang kadang
bertingkah seperti teman, dan kadang malah bertingkah seperti musuh. Putri
Badai, bersama dengan Rima Hujan serta kawannya yang matre, Aria Topan—ditambah
dengan Erika Guruh dan Valeria Guntur yang tidak resmi ikutan—harus memusatkan
segala perhatannya pada acara teater Phantom Of The Opera yang diadakan oleh
klub drama, dan didalangi oleh Nikki, si cewek dengan senyum mengerikan yang
dicurigai sana sini dikarenakan keterlibatannya dalam acara karnaval
sebelumnya, yang lebih parahnya, kali ini ia membawa sekutu baru yang memegang
kartu AS dalam kehidupan Erika, yaitu Eliza Guruh.
Curiga dengan alasan Nikki mengadakan teater tersebut, kali
ini Putri bersama dengan pengikut-pengikutnya mengadakan penyelidikan terhadap
orang-orang mencurigakan yang dianggap berhubungan dengan Nikki serta Eliza,
dengan cara mereka masing-masing tentunya. Namun, dalam novel kali ini, setiap karakter rupanya
memiliki masalah tersendiri disamping adanya teater tersebut, seperti Putri
Badai yang masih dibayang-bayangi masalah Dicky, mantan pacarnya dan Damian
Erlangga yang terus-terusan pedekate dengannya tanpa peduli kanan kiri, atau
Aria Topan yang bingung dengan percintaannya sendiri, Rima Hujan yang harus
mati-matian mempertahankan diri dari Nikki yang hipokrit dan mengincar pacar
tercintanya, Daniel, serta Erika Guruh yang hidupnya makin lama makin bokek
sementara Eliza Guruh terus mendekatinya, dan yang paling memegang peranan
dalam misteri novel ini, Valeria Guntur yang bermasalah dengan ayahnya, masa
lalunya, serta ingatannya akan ibunya sendiri yang mungkin hanyalah kebohongan
semata.
Teater Phantom Of The Opera terbukti menjadi adegan dimana
segala permasalahan mulai terjadi, dimulai dari penganiayaan terhadap para
siswa yang dulunya sempat menjadi otak permasalahan sekolahan yang terjadi,
adegan hot Damian Erlangga dengan Putri Badai yang ditonton di atas panggung
oleh seluruh siswa, belum lagi permasalahan batin Valeria Guntur yang seluruh
penyamarannya terbongkar di depan umum. Semua hal itu jelas menjadi racikan
yang mengejutkan di Omen 5. Sementara para dalang dari seluruh penganiyaan ini
sebenarnya adalah seseorang yang dekat dengan Valeria, bos dari Nikki dan
Damian. Musuh besar keluarga Guntur. Orang yang sama sekali tidak Valeria duga.
“Nggak setiap orang menyukai penjilat. Kalau ayahku menyukai
penjilat, beliau nggak akan menyukai Aya, Rima, apalagi Putri Badai.”—Valeria
Guntur, halaman 349.
“Nggak akan ada yang menyangka gue menjalankan rencana yang
sama dua kali. Tambahan lagi, kali ini gue nggak menggunakan pameran
pengganti.”—Eliza Guruh, halaman 367.
Wow! Standing applause dan empat jempol saya acungkan buat
Lexie Xu. Novel Omen 5 yang satu ini dieksekusi dengan luar biasa menarik.
Kalau ditanya mana yang paling saya sukai dari Omen Series, sudah jelas Kutukan
Hantu Opera yang saya pilih. Disini, meski setiap karakter utama memiliki
masalah sendiri, namun misteri dari cerita ini tetap menjadi sorotan utama yang
benar-benar membuat setiap orang penasaran. Apalagi setiap bab selalu di narasi
oleh karakter yang berbeda-beda, membuat saya menyadari karateristik setiap
karakter-karakternya, contohnya Putri Badai yang jutek abis dan tak bisa
dibantah, Rima Hujan yang nampaknya pendiam namun ternyata agak jahil
dan bertanggung jawab, Aya Topan yang matre dan sebenarnya lumayan pedulian,
Valeria Guntur yang setelah penyamarannya ketahuan langsung berubah menjadi
orang yang super keras, egois dan tak mau dibantah, lalu yang terakhir Erika
Guruh—yah, diantara semua nama yang saya sebutkan, saya memang lebih suka
dengan Erika Guruh—yang super blak-blakan, banyol, ngakak, boros namun pada
akhirnya selalu luluh dihadapan Viktor Yamada, si ojek—baca : pacar—kesayangan.
Diantara semua karakter ini, karakter yang paling saya sukai
rupanya agak-agak mengejutkan, yaitu Nikki—kelihatannya semua orang langsung
hening saat tahu saya suka tokoh antagonis ini, ya?— kenapa? Hmm, sebenarnya
ini hanya selera pribadi, sih, saya selalu menyukai karakter antagonis daripada
tokoh utamanya, karena, mereka-lah yang membuat plot di cerita ini menjadi
sangat menarik. Dan karakter Nikki di Omen Series sebagai tokoh antagonis
benar-benar membuat saya penasaran—sekali lagi Lexie Xu berhasil membuat karakter
antagonis yang kece banget— Nikki yang hipokrit, manipulatif, pandai memutarbalikkan
fakta jelas membuat saya tertarik, terutama senyuman Nikki yang kelewat lebar
sehingga membuat wajahnya terbagi dua—nah, saya paling penasaran dengan hint yang satu ini—dan semoga saja, Nikki bisa jadi model cover di novel Omen
selanjutnya^^ (ngelirik penuh harap ke Kalex, kak Regina Feby si illustrator novel,
serta kak Vera si editor Omen Series).
Dan ini berarti, dengan Omen 5 yang diacungi jempol oleh
banyak pembaca, tugas terbaru Lexie Xu adalah meningkatkan Omen 6 dan Omen 7 ke
tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Keep writing, Lexie Xu!^^
Waduh, serem dong nanti covernya kalau Nikki yang jadi model cover Omen6. ( ≧Д≦)
BalasHapusKatanya sih di cover Omen6 nanti akan ditampilkan penampilan Val yang gak cupu lagi
Covernya serem enggak masalah, yang penting ceritanya makin seru! \m/ *semangat45
HapusOya? Wah, jadi penasaran ngelihat penampilannya Val deh^^