Rabu, 08 Mei 2013

Belanglicious



Aku ngefans banget dengan girlband Belanglicious. Girlband yang sedari dulu selalu dalam masa jaya-jayanya dan memenuhi iklan-iklan di televisi rumahku. Selain karena para anggotanya cantik-cantik, girlband itu juga tidak menjadi girlband instan seperti girlband-girlband lainnya.
Belanglicious jadi girlband favorit bukan tanpa alasan, suara dan tarian mereka oke banget. Apalagi, seluruh anggota Belanglicious punya ciri khas yang membuat orang lain langsung mengenalinya, yaitu, kulit mereka semua yang sama-sama belang.
Namun, belakangan ini, Belanglicious dilanda gosip yang tidak mengenakkan telinga. Kabar keluarnya salah satu anggota Belanglicious, Lita, karena sudah tidak sependapat dengan anggota lainnya menimbulkan gosip baru bahwa Belanglicious bakalan bubar tahun ini.
Tentu saja, Belanglicious langsung angkat bicara dan mengadakan jumpa pers. Bela, si leader Belanglicious langsung membantah gosip itu serta membeberkan rencana mereka untuk mencari anggota baru dengan mengadakan audisi di beberapa kota.
Jadi, itulah sebabnya kenapa aku sekarang berada di ruang tunggu audisi. Aku pengen bergabung dengan Belanglicious, jadi seperti mereka. Lagipula, sejak ngefans dengan Belanglicious, aku makin mengasah kemampuanku dalam menari dan menyanyi, itu saja sudah menambah kemungkinan jadi anggota baru Belanglicious.
“Eva Valera.” seorang panitia memanggil namaku dari depan pintu ruang audisi dengan membawa beberapa kertas di tangannya.
Aku segera berdiri, merapikan rambut dan dress selututku yang penuh dengan renda. Demi jadi anggota baru Belanglicious saja, aku sampai harus beli baju baru segala, semuanya demi jadi anggota baru Belanglicious.
Saat memasuki ruangan itu, mulutku nyaris mengeluarkan air liur, ruangan itu mewah banget! Ada panggung dan tribun berukuran mini yang disediakan disana, juga ada Bela bersama Lisa, yang dengar-dengar adalah wakil girlband Belanglicious menduduki tempat utama sambil memegang beberapa kertas yang bertumpuk-tumpuk.
Aku menelan ludah. Ditonton girlband idolaku bikin aku jadi nerveous banget. Apa aku bisa menyanyi dan menari dengan baik? Salah-salah suaraku malah tidak keluar dan tarianku malah jadi serampangan.
“Ok, Eva Valera.” Oh, my God, Bela memanggil namaku. “Kamu mau nyanyi lagu Belanglicious yang mana?”
Aku langsung menjawabnya. “Growing Up.”
Bela mengangguk, lalu menyuruh seorang panitia menyalakan lagu itu.
Dan, aku pun mulai menyanyi dan memulai tarianku.
---
“Gimana, Lis?” tanya Bela meminta pendapat pada Lisa setelah aksiku selesai.
Lisa menjawab sambil menuliskan beberapa kalimat pada kertas yang berada di pangkuannya. “Tarian dan suaranya oke.”
Bela mengangguk. “Tapi, dia kurang berciri khas.”
Ucapan Bela langsung membuatku menunduk kecewa. Apa aku bakalan gagal audisi?
“Eva, sorry, kita gak bisa terima kamu di Belanglicious.”
Satu kalimat itu langsung menyambar hatiku. A-aku, gagal. “Kenapa?”
“Sebenarnya, kamu calon yang pas banget. Kamu cantik, suaramu oke, tarianmu bagus, tapi..”
Aku langsung bertanya dengan nada yang agak nyolot. “Tapi, kenapa?”
Bela menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Lisa sejenak sebelum mengeluarkan jawaban yang membuatku melongo.
“Kulitmu kurang belang, Va.”

Cerpen ini diikutkan lomba kuis #nulisyuk Primadonna Angela via twitter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar