Aku ngefans banget
dengan girlband Belanglicious. Girlband yang sedari dulu selalu dalam masa
jaya-jayanya dan memenuhi iklan-iklan di televisi rumahku. Selain karena para
anggotanya cantik-cantik, girlband itu juga tidak menjadi girlband instan seperti
girlband-girlband lainnya.
Belanglicious jadi
girlband favorit bukan tanpa alasan, suara dan tarian mereka oke banget.
Apalagi, seluruh anggota Belanglicious punya ciri khas yang membuat orang lain
langsung mengenalinya, yaitu, kulit mereka semua yang sama-sama belang.
Namun, belakangan ini,
Belanglicious dilanda gosip yang tidak mengenakkan telinga. Kabar keluarnya salah
satu anggota Belanglicious, Lita, karena sudah tidak sependapat dengan anggota
lainnya menimbulkan gosip baru bahwa Belanglicious bakalan bubar tahun ini.
Tentu saja,
Belanglicious langsung angkat bicara dan mengadakan jumpa pers. Bela, si leader
Belanglicious langsung membantah gosip itu serta membeberkan rencana mereka untuk
mencari anggota baru dengan mengadakan audisi di beberapa kota.
Jadi, itulah sebabnya
kenapa aku sekarang berada di ruang tunggu audisi. Aku pengen bergabung dengan
Belanglicious, jadi seperti mereka. Lagipula, sejak ngefans dengan
Belanglicious, aku makin mengasah kemampuanku dalam menari dan menyanyi, itu
saja sudah menambah kemungkinan jadi anggota baru Belanglicious.
“Eva Valera.” seorang
panitia memanggil namaku dari depan pintu ruang audisi dengan membawa beberapa
kertas di tangannya.
Aku segera berdiri,
merapikan rambut dan dress selututku yang penuh dengan renda. Demi jadi anggota
baru Belanglicious saja, aku sampai harus beli baju baru segala, semuanya demi
jadi anggota baru Belanglicious.
Saat memasuki ruangan
itu, mulutku nyaris mengeluarkan air liur, ruangan itu mewah banget! Ada
panggung dan tribun berukuran mini yang disediakan disana, juga ada Bela bersama
Lisa, yang dengar-dengar adalah wakil girlband Belanglicious menduduki tempat
utama sambil memegang beberapa kertas yang bertumpuk-tumpuk.
Aku menelan ludah. Ditonton
girlband idolaku bikin aku jadi nerveous banget. Apa aku bisa menyanyi dan menari
dengan baik? Salah-salah suaraku malah tidak keluar dan tarianku malah jadi
serampangan.
“Ok, Eva Valera.” Oh,
my God, Bela memanggil namaku. “Kamu mau nyanyi lagu Belanglicious yang mana?”
Aku langsung menjawabnya.
“Growing Up.”
Bela mengangguk, lalu
menyuruh seorang panitia menyalakan lagu itu.
Dan, aku pun mulai
menyanyi dan memulai tarianku.
---
“Gimana, Lis?” tanya
Bela meminta pendapat pada Lisa setelah aksiku selesai.
Lisa menjawab sambil menuliskan
beberapa kalimat pada kertas yang berada di pangkuannya. “Tarian dan suaranya
oke.”
Bela mengangguk. “Tapi,
dia kurang berciri khas.”
Ucapan Bela langsung
membuatku menunduk kecewa. Apa aku bakalan gagal audisi?
“Eva, sorry, kita gak
bisa terima kamu di Belanglicious.”
Satu kalimat itu
langsung menyambar hatiku. A-aku, gagal. “Kenapa?”
“Sebenarnya, kamu calon
yang pas banget. Kamu cantik, suaramu oke, tarianmu bagus, tapi..”
Aku langsung bertanya
dengan nada yang agak nyolot. “Tapi, kenapa?”
Bela
menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Lisa sejenak sebelum mengeluarkan
jawaban yang membuatku melongo.
“Kulitmu kurang belang,
Va.”
Cerpen ini diikutkan
lomba kuis #nulisyuk Primadonna Angela via twitter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar